Begini Cara PSK di Rangkasbitung Cari Mangsa di Hotel Kelas Melati

Begini Cara PSK di Rangkasbitung Cari Mangsa di Hotel Kelas Melati

642
BAGIKAN
Ilustrasi/net

TIM – RANGKASBITUNG

TOPTIME.CO.ID – Prostitusi di Kota Rangkasbitung semakin memprihatinkan. Para pekerja seks komersial (PSK) yang terang-terangan maupun yang sembunyi-sembunyi semakin terlihat.

Berbagai kedok dilakukan mereka untuk memuluskan bisnis “lendir” itu. Ada yang bekeliaran di tempat hiburan karoke, mau pun berpraktek di kos-kosan secara sembunyi-sembunyi. Kebanyakan transaksi prostitusi dilakukan di beberapa hotel yang tersebar di Rangkasbitung.

Awak TOPTIME.CO.ID  menelusuri salah satu hotel l yang ada di kawasan Rangkasbitung sebelah timur, Jum’at, 14 Juni 2019 dini hari.

Hampir sama dengan hotel lainnya,  pada saat cheek in kamar, pengunjung cukup menyerahkan KTP dan uang sewa. Tak akan ditanyakan surat kawin, karena pada umumnya cukup seorang saja yang didata.

Bahkan, ada juga oknum pegawai hotel yang sembunyi-sembunyi menawarkan kamar bekas oengunjung lain yang sudah meninggalkan kamar sebelum waktu cheekout.

Untuk bisa mendapatkan kamar dengan setengah harga ini pengunjung harus punya kenalan pegawai di hotel itu. Itu kamar yang disebut Kati alias Kamar Tilas (Kamar Bekas-red) ini pengunjung tak perlu menitipkan KTP lagi. Josssss…..

Sekitar pukul 01.00, salah satu hotel melati di Jalan itu yang biasa sepi tampak ramai malam itu. Beberapa lelaki hilir mudik, naik turun tangga hotel kelas melati itu.

Seorang wanita yang kami temui di sana mengaku di tempat itu, juga ada keramaian hiburan karoke. Beberapa  wanita berpakaian seksi yang berprofesi sebagai PSK memanfaatkannya untuk  ikut berbaur diantara pria pengunjung terutama di malam Minggu yang padat pengunjung.

Wanita yang namanya minta dirahasiakan ini mengaku memanfaatkan tempat hiburan  di hotel itu  untuk mendekati pria hidung belang yang butuh jasa seksual.

Tuut dia,  menawarkan jasa  seksual kepada orang yang ditemuinya diantara bisingnya suara musik itu lebih mudah ketimbang harus berkeliaran di jalanan.

Selain itu, Pihak hotel seolah menutup mata dengan kondisi tersebut, sehingga dirinya leluasa mencari mangsa.

Seorang  PSK lainnya bernama Dina (nama disamarkan)  juga merasa leluasa ada di hotel itu untuk mendapatkan pelanggan.

“Kalau kamar prianya yang bayar, kita hanya melayani,” kata Dina.

Dina juga mengaku juga sering dipanggil untuk menjadi Pemandu Lagu.

“Tak hanya cari uangp, ini juga untuk hiburan,” kata dia.

Untuk sekali kencan Dina biasanya menawarkan tarif di Rp 500 ribu hingga Rp. 1 juta. Tapi kadang kalau yang sudah kenal dekat dan sering menggunakan jasanya tarif itu bisa hanya Rp 200-300 ribu.

“Tergantung kedekatannya juga. Kalau yang sudah kenal dekat kadang gak ngamar juga ngasih duit buat jajan. Jadi udah gak itung-itungan lagi, berapa pun dikasih terserah dia (pelanggan – red)

Wanita berumur 28 tahun ini mengaku jika aktivitas dirinya dan beberapa rekan sejawatnya sudah diketahui pihak hotel, namun mereka pura-pura tidak tahu.

“Kan pihak hotel mana mau tahu, yang penting kamar mereka disewa, itu saja. Ada yang kamar Rp 250 ribu ada juga yang Rp 300 ribu. Kalau kamar bekas paling cuma  Rp 100 ribu,a tapi harus sembunyi pesan ke pegawai yang kenal.,” kata dia. (*)

 

Komentar

comments