Beredar Diskusi Petugas TPS di Bekasi Jaya Pertanyakan Honornya Dipotong

Beredar Diskusi Petugas TPS di Bekasi Jaya Pertanyakan Honornya Dipotong

BAGIKAN
Foto : Diskusi Petugas TPS di Bekasi Jaya Pertanyakan Honornya Dipotong

AMSAR – BEKASI KOTA

TOPTIME.CO.ID – Sebuah poto screenshoot perbincangan dugaan adanya pemotongan honor petugas Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) di group whatstaap (WA) PPS, KPPS Bekasi Timur,  Kelurahan Bekasi Jaya bocor ke wartawan.

Melalui gambar yang diterima dari salah satu anggota grup penyelenggara Pemilu yang namanya dirahasiakan berisikan percakapan anggota grup yang mendiskusikan adanya dugaan pemotongan anggaran yang diterimanya. Anggota merasa terkejut saat menerima honor yang seharusnya Rp 550 ribu tapi hanya Rp 490 ribu.

Komentar yang negatif maupun positif dilontarkan chatingan anggota group WA tersebut, banyak anggota group WA yang masih mempertannyakan terkait adanya pemotongan anggaran yang tidak transparan oleh oknum PPS Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur Kota Bekasi.

Sumber yang enggan disebutkan namanya mengatakan, beberapa anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) tidak terima dengan pemotongan sebesar Rp 229 per – Tempat Pemungutan Suara (TPS), yang diduga dilakukan oleh oknum Panitia Pemungutan Suara (PPS) Kelurahan Bekasi Jaya Kecamatan Bekasi Timur.

“Meski jumlah nominalnya tak seberapa, tapi kami enggak terima karena pemotongan ini dilakukan tanpa musyawarah kami,” kata salah satu sumber yang tidak mau disebutkan namanya, Selasa,  (26/6/2018) kepada wartawan.

Sumber menjelaskan pemotongan honor ini pertama kali diketahuinya saat ia menerima honor. Sumber merasa terkejut saat menerima honor yang seharusnya Rp 550 ribu tapi hanya Rp 490 ribu.

“Ketua PPS Kelurahan bilang kalau pemotongan ini untuk SPJ pajak, pembelian materai, mengetik, foto copy dan menyusun laporan,” tuturnya sembari menunjukan percakapan di group WA KPPS dan koleganya.

Menurut Sumber, dia tak mempersoalkan pemotongan itu kalau memang pihak PPS Kelurahan memberitahukan mereka terlebih dulu sebelumnya. Namun, faktanya, rencana pemotongan itu tak pernah diberitahukan sehingga ia dan koleganya merasa tidak terima.

“Kalau sebelumnya beritahu kami pasti kami tak keberatan karena nilainya tak seberapa,” terangnya.

Pihaknya juga telah berupaya ‎mempertanyakan ihwal pemotongan ini kepada pihak PPS Kelurahan yang diketahui berinisial AB. Namun pihak PPS Kelurahan sempat menyuruhnya ke kantor.

“Kalau mau nanya soal potongan itu, datang saja ke kantor, Kami sudah sampaikan ke PPS Kelurahan Bekasi Jaya,” ujar sumber melansir omongan PPS Kelurahan, yang ada di chatingan WA.

Sumber juga menjelaskan, ada 83 TPS yang ada di Bekasi Jaya. Dimana setiap TPS di Bekasi Jaya dipotong Rp229 ribu.

“Jadi honor setiap pengurus ataupun anggota PPS itu juga bervariatif, ada yang Rp 550, ada yang Rp 500 dan ada juga yang  sampai Rp 400 ribu tergantung posisinya,” ucapnya.

Ketua PPS Kelurahan Bekasi Jaya, inisial AB saat di konfirmasi melalui telpon selulernya 08128433xxxx berulang kali tidak mengangkat telpon. Tak hanya itu AB pun saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WAnya tidak memberi komentar sama sekali sampai berita ini dipublikasikan.

Sementara Ketua KPU Kota Bekasi Uncu Asmara Sandi saat dikonfirmasi kepada wartawan terkait persoalan tersebut dirinya meminta wartawan menjelaskan siapa oknumnya yang diduga memotong honor petugas TPS.

“Lokasi TPS nya dimana. Jika memang betul, laporkan ke KPU. Siapa orangnya, dan honor siapa yang dipotong,” kata Uncu ketika dimintai tanggapan melalui pesan singkat whatsaap. (*)

Komentar

comments