Bupati Bekasi Dilantik, Ada Karangan Bunga Bertuliskan Innalillahi

Bupati Bekasi Dilantik, Ada Karangan Bunga Bertuliskan Innalillahi

768
BAGIKAN

AHIM – KABUPATEN BEKASI

TOPTIME.CO.ID – Karangan bunga berada Komplek Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi Jawa Barat setelah Eka Supria Atmaja resmi dilantik jadi Bupati Bekasi oleh Gubernur Jawa Barat, Kemarin Rabu 12 Juni 2019.

Pasca peantikan itu ,diletakkan banyak kalangan yang mengirim karangan bunga dan ditempatkan  Gedung Bupati Bekasi dan ada juga di Gedung DPRD Kab Bekasi.

Berdasarkan pantauan Toptime.co.id, Karangan Bunga itu datang dari berbagai kalangangan. Semua Karangan Bunga bertuliskan ucapan selamat atas dilantiknya Eka Supria Atmaja sebagai Bupati Bekasi di sisa masa jabatan 2017-2022.

Dari sekian banyak Karangan Bunga di Komplek Pemerintahan Daerah Kabupaten Bekasi ada satu Karangan Bunga unik di Gedung DPRD Kabupaten Bekasi.

Karangan Bunga itu tidak sama dengan dari puluhan Karangan Bunga lainnya, Karangan Bunga itu bertuliskan INNALILAHIWAINNAILAIHIROJIUN JABATAN ADALAH AMANAH SEMOGA DAPAT MENJALANI AMANAH DENGAN SEBAIK BAIKNYA SELAMAT BERTUGAS, RAHMAD DAMANHURI SH DPD KNPI KAB BEKASI.

Rahmad Damanhuri menjelaskan maksud dari karangan bunga yang bertuliskan tersebut  Innalilahi wa innalihi rojiun ini mempunyai banyak makna yang tersirat, sehingga perlu bagi Bupati Bekasi untuk dapat menjalankan tugasnya dengan baik.

“Sebetulnya ucapan itu multitafsir, yang pertama adalah bahwa amanah menjadi Bupati adalah mandat Rakyat atas Takdir Allah, maka substansinya adalah pergunakan jabatan dengan sebenar-benarnya” Kata Vijay sapaan akrabnya kepada awak media, Kamis (13/6/2019).

Selain itu, karangan bunga ini dapat dijadikan sebagai cambuk agar Orang nomor satu di Kabupaten Bekasi ini bisa membawa Bekasi bebas dari Kolusi Korupsi dan Nepotisme (KKN).

“Sebagai Bupati, Bang Eka ini harus menjadi Pimpinan Tertinggi harus bisa membawa Kabupaten Bekasi Bersih dari KKN karena KKN adalah Kejahatan Kemanusiaan, bukan sekedar menerima tropi WTP semata dan bisa mendidik bawahannya yang kelakuannya seperti sampah dan hanya memprioritaskan kepentingan golongan dan perutnya sendiri,” tegasnya.(*)

Komentar

comments