Caleg Ketemu dengan Warga, Ini yang Mengemuka

Caleg Ketemu dengan Warga, Ini yang Mengemuka

130
BAGIKAN

TIM – BEKASI KOTA

TOPTIME.CO.ID – CALON anggota legislatif dari partai Demokrat Kota Bekasi Wawa Santoso menghadiri tatap muka dengan masyarakat Kp. Rawa Semut Kelurahan Margahayu Kecamatan Bekasi Timur, kamis malam (31/1/2019).

Wawa yang akan berkontestasi di Daerah Pemilihan 1 yang meliputi Bekasi Timur dan Bekasi Selatan ini mendapatkan masukan dan keinginan masyarakat agar beberapa persoalan di wilayah Kp. Rawa Semut bisa diperbaiki saat dirinya nanti terpilih dan dipercaya menjadi anggota DPRD Kota Bekasi periode 2019 – 2024.

“Beberapa persoalan yang dibutuhkan masyarakat adalah pembinaan UMKM dan permudah akses peminjaman modal usaha di koperasi,”ucap salah satu warga.

Menanggapi persoalan tersebut, politisi muda berkacamata ini menegaskan komitmenya akan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat terkait pembinaan UMKM dan permudah proses permodalan untuk usaha.

Namun demikian, Wawa menuturkan ada batas-batas kewenangan yang memang menjadi kewenangan masing-masing lembaga pemerintahan.

“Kalau saya terpilih nanti tentunya dari sisi regulasi, pengganggaran serta pengawasannya akan kami perkuat dan tingkatkan lagi terkait pembinaan UMKM dan Permodalan untuk usaha,” bebernya.

“Adapun untuk eksekusi dan melaksanakan pembinaan berada di ranah eksekutif,” tegasnya.

Masyarakat pun banyak yang menanyakan terkait prosedural pengunaan Kartu Sehat yang dinilai mereka saat ini ada kesulitan dalam penggunaannya.

“Banyak warga yang mengeluhkan kalau mau berobat ke rumah sakit harus ada rujukan puskesmas dulu,” kata salah satu warga, Solihin.

Bahkan, kata Solihin Kartu Sehat banyak yang di tolak oleh rumah sakit swasta yang ada di Kota Bekasi.

Menananggapi persoalan tersebut, dengan diplomatis, Wawa menerangkan bahwa adanya prosedur pelaksanaan pelayanan pengunaan Kartu Sehat harus meminta rujukan dari Puskesmas agar pelayanan kesehatan disesuaikan dengan kebutuhan pelayanan dan penangan medis yang tepat sasaran.

“Kartu Sehat ini program Wali yang sangat membantu sekali bagi masyarakat, namun banyak masyarakat yang menggunakannya tidak berdasarkan kebutuhan medis,” terangnya.

“Misalnya sakit ringan namun mereka inginnya berobat di rumah sakit, yang sebetulnya masih bisa ditangani di Puskesmas,” timpalnya.

Jadi, lanjut dia selama masih bisa diobati di Puskesmas maka masyarakat kata Wawa cukup berobat ke Puskesmas, dan apabila membutuhkan penanganan medis lebih serius maka Puskesmas akan memberikan rujukan ke rumah sakit.

“Jadi sebenarnya lebih tertib saja dengan adanya rujukan puskesmas, meskipun tetap bisa ke rumah sakit apabila sifatnya urgent (mendesak),” paparnya.

Selanjutnya Wawa pun diminta untuk mendorong pembinaan masyarakat dan lingkungan agar bisa lebih diperhatikan lagi oleh perusahaan yang berdiri di tengah masyarakat.

Salah satu warga bernama Bodong mengatakan di lingkungan mereka saat ini sudah dibangun permukiman komersil seperti Transmart, snow world dan perusahaan keamanan.

“Namun untuk penyerapan tenaga kerja yang melibatkan lingkungan sekitar masih kecil prosentasenya,” keluh Bodong saat berbincang dengan Caleg bernomor urut 6 ini.

Merespon hal tersebut, Wawa mengingatkan bahwa setiap perusahaan atau yang sifatnya komersil jika dibangun harus memperhatikan dan melibatkan warga sekitar sebagai tanggung jawab sosial perusahaan kepada masyarakat dan lingkungan.

“Harus ada komitmen bersama antara pemilik perusahaan dengan pemerintah setempat agar CSR perusahaan ini berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku,” jelasnya. (*)

Komentar

comments