Dilaporkan LSM ke Kejaksaan, Dirut PDAM Tirta Multatuli Tunjuk Pengacara

Dilaporkan LSM ke Kejaksaan, Dirut PDAM Tirta Multatuli Tunjuk Pengacara

BAGIKAN
Direktur PDAM Multatuli, Oya Masri (baju biru) dan Acep Saepudin. Poto kiriman Acep Saepudin, Selasa (6/11/2018) malam.

TIM – RANGKASBITUNG

TOPTIME.CO.ID – Setelah sebelumnya dilaporkan oleh LSM Gapura Banten ke Kejaksaan Negeri Lebak, dikabarkan Direktur PDAM tersebut, Oya Masri menunjuk Pengacara Acep Saepudin selaku pemgacara untuk mendampinginya. Ini dikatakan pengacara muda asal Lebak tersebut, Acep Saepudin melalui rilis dan poto yang dikirim ke TOPTIME.CO.ID, Selasa (6/11/2018) malam.

Kata Acep, dirinya ditunjuk untuk mendampingi Direktur PDAM milik Pemkab Lebak, Oya Masri terkait proyek pembangunan Water Treatment Plant (WTP) yang dilaporkan oleh LSM Gapura Banten.

“Oya Masri itu orang baik, saya yakin dia tidak bersalah,” kata Acep.

Lanjut Acep, setelah dipelajari berkas terkait Proyek Pembangunan Water Treatment Plant (WTP) dirinya tidak menemukan satu pun pelanggaran di dalamnya.

Terlebih kata Acep, PDAM Lebak itu kan Perusahaan Daerah, dalam proses pengadaan barang dan jasa PDAM tidak terikat oleh Perpres Nomor 16 Tahun 2018 Tentang Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah, melainkan terikat oleh Peraturan Direksi PDAM Kabupaten Lebak Nomor 01 Tahun 2012 Tentang Pedoman Pengadaan Barang/Jasa di Lingkungan PDAM Kabupaten Lebak.

Masih kata dia, selain itu proyek pembangunan WTP tersebut juga sudah termuat dalam Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun Anggaran 2018.

“Jadi menurut saya proses pengadaan WTP tersebut sudah sesuai dengan aturan.” tambahnya.

Direktur PDAM Kabupaten Lebak Oya Masri belum bisa dimintai tanggapannya terkait penunjukkan Acep Saepudin sebagai pengacaranya maupun tanggapan terkait kasus yang dilaporkan salah satu LSM di Lebak itu.(*)

Komentar

comments