Guru Madrasah Lebak Selatan Dapat Pembinaan Tunjangan Profesi Guru dan Inpassing

Guru Madrasah Lebak Selatan Dapat Pembinaan Tunjangan Profesi Guru dan Inpassing

49
BAGIKAN
Seksi Pendidikan Madrasah adakan pembinaan Guru Madrasah Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) Penerima Tunjangan Profesi Guru dan Inpassing Pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak Tahun 2017

SARIF HIDAYAT – LEBAK

TOPTIME.CO.ID – SEJUMLAH Guru Madrasah Non Pegawai Negeri Sipil (PNS) Penerima Tunjangan Profesi Guru dan Inpassing Pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak Tahun 2017 mendapat pembinaan yang diselenggarakan oleh Seksi Pendidikan Madrasah, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lebak, yang berlangsung di Aula Villa Kuning Kecamatan Cihara, Kabupaten Lebak, Selasa (15/08/17).

Ketua panitia kegiatan, Abdul Basit mengatakan, kegiatan ini di ikuti sebanyak 131 guru madrasah Non PNS dari 10 Kecamatan Wilayah Lebak Selatan.

“Guru Madrasah adalah aulia dan abuya, karena ini orang-orang pilihan dari 1063 guru madrasah se-Kabupaten Lebak yang penerima tunjangan profesi guru. Sebab, yang mendapatkan tunjangan ini layak segala-galanya baik itu aturan dan peraturan yang ada,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Penmad Kemenag Lebak, Sudirman menuturkan, Inpassing untuk peningkatan kualitas kinerja guru madrasah, dengan indikatornya guru harus mampu meningkatkan pembelajaran.

“Guru Madrasah Non PNS yang mendapatkan dana ini lebih paham dengan tusinya masing-masing. Maka dari itu, tingkatkan kualitas pembelajarannya lengkapi dan rapihkan lagi dalam pembelajarannya,” terangnya.

Oleh karena itu kata dia, tunjangan yang diperoleh harus disyukuri. Sebab, tunjangan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap pengajar yang sudah mengabdi puluhan tahun, tapi masih dengan upah yang kecil.

“Ya, dengan inpassing ini pemerintah bertujuan untuk mensejahterakan upah guru Non PNS dengan PNS,” ungkapnya.

Dirinya berharap, para guru harus melakukan apa yang dikerjakan demi peningkatan pembelajarnya, indikatornya nilai harian harus 80% bagus. “Tingkatkan akhlak anak didik kita, disiplin murid dan guru, serta munculkan inovasi-inovasi yang baru untuk peningkatan madrasah ke depan lebih baik, lebih baik madrasah,” imbaunya.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Lebak, H. Encep Safrudin Muhyi menyebutkan, kegiatang ini merupakan suatu indikasi untuk peningkatan kualitas kita sebagai seorang guru, karena guru madrasah Non PNS yang mendapatkan tunjangan ini harus mempunyai konsep kursi dalam pembelajarannya.

“Konsep kursi itu yang pertama adalah Guru Madrasah harus kreatif dalam pembelajaran untuk peningkatan madrasah ke depan lebih baik lagi, yang kedua madrasah itu harus unggul dari sekolah umum,” bebernya.

H. Encep menambahkan, karena pembelajaran di madrasah itu nilainya 100, diantaranya pendidikan agama dan pendidikan umum, dan yang ketiga madrasah harus rehability dalam pelayanan anak didik dan pelayanan kepada masyarakat, serta guru madrasah harus punya sifat sidik dan yang paling terkahir adalah guru madrasah harus inovasi.

“Artinya, guru madrasah harus lebih kreatif lagi dan munculkan ide-ide untuk peningkatan kualitas madrasah ke depannya, supaya madrasah lebih baik, lebih baik madrasah,” pungkasnya. (*)

Komentar

comments