Jokowi : Olahraga Bukan Ruang Menunjukkan Fanatisme Berlebihan

Jokowi : Olahraga Bukan Ruang Menunjukkan Fanatisme Berlebihan

BAGIKAN

TIM

TOPTIME.CO.ID – Presiden Joko Widodo menegaskan melalui akun twitter @jokowi mengungkapkan duka yang dallam atas meninggalnya suporter sepakbola Haringga Sirila.

Dalam cuitan yang diunggah sekitar 30 menit lalu itu, Jokowi mengingatkan bahwa olahraga adalah ajang sportivitas dan bukan ruang untuk menunjukkkan fanatisme berlebihan.

“Duka cita mendalam atas meninggalnya suporter sepak bola Haringga Sirila.

Kekerasan seperti ini harus segera dihentikan. Olahraga itu ajang sportivitas, bukan ruang untuk menunjukkan fanatisme yang berlebihan, apalagi berujung anarki.

Pertandingan olah raga sepak bola menelan korban jiwa. Peristiwa itu terjadi saat digelar pertandingan Persib Bandung kontra Persija Jakarta. Korban bernama Haringga Sirila, warga Cengkareng, Jakarta Barat, yang merupakan suporter Persija atau The Jakmania.

Kepada sang ibu, Haringga mengaku pamit untuk menemui temannya di Bandung. Sang ibu, Mira, tidak menyangka putranya akan menonton pertandingan Persija kontra Persib, lantaran tidak mengenakan atribut Persija.

berdasarkan kamera pengawas, Haringga tewas akibat mengalami luka di bagian kepala.

Menurut Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP M Yoris Maulana, pengeroyokan terjadi di Gerbang Biru area parkir bagian utara stadion sekitar pukul 13.00 WIB. Artinya, laga Persib Bandung VS Persija Jakarta belum juga dimulai.

Namun, oknum Bobotoh melihat identitas Haringga yang berasal dari Jakarta. Alhasil, ia menjadi target pengeroyokan.

“Identitas korban inisial namanya S, asalnya dari Jakarta. Pada saat itu korban akan memasuki lapangan (stadion) ternyata diketahui oleh beberapa Bobotoh, bahwa yang bersangkutan berasal dari Jakarta. Sehingga terhadap korban dilakukan penganiayaan yang mengakibatkan luka dan sudah meninggal dunia,” ujar Yoris kepada media pada Minggu malam (23/9).

“Kalau kami lihat di CCTV, ada yang menggunakan sajam (senjata tajam), benda tumpul, kayu, dan sebagainya. Ini sudah kami lakukan penyitaan,” ujar dia.

Yoris mengatakan terduga pelaku ditangkap tak lama usai pengeroyokan terjadi. Sejauh ini, sudah ada 10 orang yang dimintai keterangan, sebanyak lima orang di antaranya sudah mengakui perbuatannya. Polisi juga sudah memeriksa delapan saksi.(*)

Komentar

comments