Kepsek SMAN 17 Kota Bekasi : Pengelolaan Sekolah Sudah Baik dan Sesuai...

Kepsek SMAN 17 Kota Bekasi : Pengelolaan Sekolah Sudah Baik dan Sesuai Aturan

BAGIKAN
Kepsek SMAN 17 Kota Bekasi

AMSAR JAPUNG – BEKASI KOTA

TOPTIME.CO.ID – Menanggapi adanya aksi demo siswa dan guru di sekolah yang memprotes gaya kepemimpinannya, Kepala SMA Negeri 17 Kota Bekasi, Waluyo, M.Si menanggapi dengan tenang tudingan pendemo tersebut.

Melalui pesan whatsappnya, Kepsek SMAN 17 Kota Bekasi, menegaskan tudingan yang diarahkan kepadanya itu tidak benar karena menurutnya pengelola sekolah sudah dilakukan dengan baik dan berpijak sesuai aturan, dan selalu melibatkan guru dan karyawan dalam rapat-rapat ketika akan mengambil keputusan terkait kegiatan sekolah.

Menurut dia, peran dan gagasan yang bersifat membangun untuk kemajuan sekolah selalu dihimpunnya.

“Saya justru senang jika dalam rapat-rapat, guru-guru dan karyawan ikut memberikan saran dan gagasan demi kemajuan sekolah. Karena kita semua ada di sekolah ini untuk mengabdi.” kata Waluyo.

Dia menjelaskan, untuk penandatangan SKP misalnya, penandantangannya dilakukan setelah tahun berakhir yaitu pada bulan Januari tahun berikutnya.

Kata dia, jika ada SKP yang dia tolak semata-mata karena belum sinkron, misalnya kehadiran yang bersangkutan hanya 15 hari tapi ditulis 20 hari, maka tentu harus diperbaiki sesuai fakta yang sebenarnya kalau yang bersangkutan hanya masuk 15 hari.

Sedangkan terkait penggunaan jasa EO (Even Organizing) atau pihak ketiga, dirinya beralasan justru demi akuntabilitas sesuai MoU dan itu merupakan hal lazim.

“Insaallah, semua berjalan baik dan bisa dipertanggungjawabkan. Kita selalu mengedepankan akuntabilitas. Semua yang kita lakukan adalah amanah, demi kemajuan sekolah tentunya.” kata Waluyo.

Dirinya juga membantah bila dianggap  otoriter dalam memimpin sekolah itu, karena  sebelum pengambilan keputusan dirinya menggelar rapat pimpinan yang rutin dilakukan setiap hari Senin.

Sedangkan mengenai keterlambatan honor, dirinya menjelaskan jumlah guru honor sebanyak 80 persen dari jumlah guru yang ada. Dari jumlah itu hanya 35 persen yang honornya dicover dari Pemerintah Provinsi, sedangkan 65 persennya lagi dibayar dari iuran siswa yang dibayarkan paling lambat tanggal 17 setiap bulannya.

“Pembiayaan (honor) sudah sesuai dengan peraturan Provinsi Jabar. Karena untuk bayar honor juga mengandalkan iuran siswa, tentu kita harus sabar dan memaklumi keterlambatan pembayaran iuran juga,” tandasnya.

Kata Kepsek, kesejahteraan (Pendidik dan Tenaga Kependidikan) memang relatif, tetapi menurutnya, SMAN 17 Kota Bekasi telah mengikuti sesuai aturan Prov Jabar dalam Keputusan Gubernur.

“Transparansi tentu harus dilakukan dan setiap kegiatan saya minta pertanggungjawaban panitia atau pihak yang mengerjakan. Kerjasama dengab guru , TU dan karyawan selama ini alhamdulillah baik dan bahkan setiap raker (rapat kerja) yang lalu tingkat kehadiran 95 persen.” tutupnya.

Diberitakan sebelumnya, beberapa guru dan siswa SMAN 17 Kota Bekasi memprotes gaya kepemimpinan Sang Kepsek. (*)

Komentar

comments