Komunas Sebut Ada Potensi Pungli di KUA

Komunas Sebut Ada Potensi Pungli di KUA

163
BAGIKAN
ilustrasi pernikahan. Foto : stat.fajarnews.com

Reporter : Agus Jaelani

Editor : Ajun

LEBAK, BANTEN, TOPTIME.com – Penggiat Anti Korupsi, Komunitas Aspiratif (Komunas) mengungkap adanya potensi pungutan liar (pungli) pada biaya perkawinan di Lebak.

Ketua Komunas, Achmad Syarif, mengungkap, potensi pungli ada di beberapa KUA di Lebak. Modus yang digunakan dengan memanipulasi laporan tempat pernikahan.

Syarif menjelaskan pihaknya melakukan random sampling di 28 wilayah layanan KUA se-kabupaten Lebak. Data akan dihimpun ditingkat desa melalui register surat pengantar nikah di desa.

“Dari register surat didesa akan diketahui jumlah pasti yang dinikahkan oleh KUA dalam satu periode. Tinggal di cari tau dimana mereka menikahnya? dirumah atau di KUA ?” kata Achmad Syarif, ketua Komunas

Nanti dari hasil investigasi akan diketahui dimana pengantin tersebut dinikahkannya, karena pernikahan pasti disaksikan orang banyak.

“Beberapa wilayah KUA di Lebak sudah kita investigasi dengan mewawancarai Kepala desa, calon pengantin dan Pembantu Petugas Pencatat Nikah (P3N) untuk data pembanding.”

Dia mengungkapkan jumlah yang menikah di KUA meningkat, tapi apa benar mereka menikah di KUA dan tidak dipungut biaya? Kejadian ini awalnya terungkap di KUA Maja. Bagian internal Kemenag sendiri yang menginvestigasinya. Maka itu yang mendorong Komunas menelusuri potensi pungli biaya perkawinan.

Kelemahan lainnya, calon pengantin pada umumnya menyerahkan uang cash kepada petugas dan tidak mau menyetorkan sendiri melalu rekening sesuai ketentuan.

Sederhananya, kata Syarif, potensi pungli tersebut terjadi, saat calon pengantin yang menikah dirumah, akan memyerahkan biaya pencatatan Rp 600 ribu ke petugas, namun dalam laporan akan ditulis pernikahan dilangsungkan di KUA, sehingga dalam laporan tidak ada biaya yang dikutip dan harus disetorkan ke kas Penghasilan Negara Bukan Pajak (PNBP).

Berdasarkan PP 48/2014 bila menikah dirumah calon pengantin (bukan di KUA) dikenakan biaya Rp 600 ribu. Sedangkan bila menikahnya di KUA samasekali tidak dikenakan biaya.
Dia mencermati hampir seluruh calon pengantin memilih mengundang pencatat nikah ke rumah.

Hingga berita ini diunggah belum ada pihak-pihak terkait yang bisa dimintai tanggapannya. TOPTIME.co.id akan terus melakukan upaya konfirmasi sesuai dengan ketentuan jurnalistik.(*)

Komentar

comments