KPK Sebut Ada 1700 Laporan Kasus Gratifikasi

KPK Sebut Ada 1700 Laporan Kasus Gratifikasi

BAGIKAN

AMSAR JAPUNG – BEKASI KOTA

TOPTIME.CO.ID  – DIREKTUR Grativikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Syarief Hidayat mengatakan Pelaporan Grativikasi yang di terima oleh KPK hingga saat ini seluruh Indonesia ada 1.700 laporan kasus grativikasi.

“Yang sering terjadi itu, ada auditor dari BPK datang ke suatu instansi, mereka audit, sebelum pulang, sebelum laporan final, banyak yang diperiksa itu, memberikan amplop ke masing masing anggota auditor,” ungkap Syarief Hiidayat kepada Awak Media di depan Gedung aula Nonon Shontanie komplek Pemkot Bekasi, Senin (19/11/2018).

Ia menegaskan, petugas auditor BPK yang paham grativikasi, memberikan pelaporan melalui hasil penilaian dari tindakan instansi, langsung kepada KPK.

“Sebagian besar lapor, sebagian kecilnya tidak,” Kata  Syarief.

Ia mengatakan dengan banyaknya jumlah penduduk yang mencapai 2,8 juta jiwa, serta Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sangat banyak, menurutnya, akan berpotensi permasalahan yang cukup banyak.

KPK merespon baik komitmen Pemerintah Kota Bekasi untuk mencegah dan menghindari tindak pidana korupsi. Syarief mengimbau komitmen itu tidak dijadikan sebatas seremonial dan basa-basi belaka.

“Ini kan baru pencanangan deklarasi anti korupsi. Kita akan jaga dan kawal ini, agar tidak sebatas seremonial dan leave service (basa basi). Mudah mudahan ini benar-benar jadi komitmen,” ujar Syarief 

Syarief menyebut, Pemkot Bekasi sendiri menyambut baik pihaknya. Bahkan Wali Kota Bekasi menyatakan ingin ada jalinan kerjasama yang semakin kuat dengan KPK.

“Tadi Pak Wali bilang ke saya, yuk kita makin perkuat kerjasama. Saya bilang tidak hanya dengan kami, dengan tim Saber Pungli karena mereka juga terbuka. Dengan Kepolisian, Kejaksaan dan sebagainya itu dibangun,” tukasnya.

“Kami sendiri akan lakukan pendampingan terhadap program-program yang sedang dijalankan temen-teman di Bekasi ini,” sambung Syarief.

Kedepan, Syarief berharap Kota Bekasi dapat menjadi contoh untuk kota-kota lainnya, bukan hanya dari sisi pembangunan fisik, tapi juga dari sisi pembangunan mental masyarakatnya (*)

Komentar

comments