Mantan KCD Disdikbud Lebak : BKD Banten Harus Tindak Oknum Guru...

Mantan KCD Disdikbud Lebak : BKD Banten Harus Tindak Oknum Guru SMAN 1 Panggarangan yang Hampir 2 Tahun Mangkir

337
BAGIKAN
Mantan Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Drs. Sargawi wisastra, MM (baju coklat) POTO : ISTIMEWA

TIM – LEBAK, BANTEN

TOPTIME.CO.ID – Mencuatnya kabar adanya oknum guru di SMA Negeri 1 Panggarangan yang hampir 2 tahun mangkir namun tak mendapat sangsi, mantan kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Drs. Sargawi wisastra, MM meminta agar oknum guru yang mangkir kerja selama hampir 2 tahun itu ditindak tegas sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Sebagai mantan atasan oknum guru tersebut, dia meminta Inspektorat dan Badan Kepegawaian Daerah bertindak tegas dan tak tinggal diam.

“Berikan sangsi, karena sudah jelas oknum guru mangkir itu melanggar PP Nomor 53 tahun 2010 dan UU ASN,” tandas Sargawi, Rabu (30/1/2019)

Mantan KCD Disdikbud Kabupaten Lebak yang kini sudah pindah tugas ke Pusat Layanan Informasi Disdikbud Banten mengaku saat dirinya menjabat sebagai Kepala KCD, sudah melakukan, pemanggilan dan pembinaan 3 kali kepada oknum guru Dn.

Tetapi kata Sargawi, arahannya tidak diindahkan oleh yang bersangkutan sampai akhirnya berkas dilimpahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Propinsi Banten.

*BACA INI JUGA
: Ada Oknum Guru PNS Mangkir Hampir 2 Tahun, KCD Disdikbud Lebak Akan Panggil Kepsek SMAN 1 Panggarangan

Sebelumnya, pihak Kantor Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Kab. Lebak, mengaku akan segera memanggil Kepsek dan guru bersangkutan untuk dimintai klarifikasi.

Dijelaskan Staff Bidang SMA Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Banten di Kabupaten Lebak Nana Suryana , yang mengaku sudah dari awal ditugaskan melakukan pembinaan kepada guru tersebut mengaku aneh ada informasi bahwa yang bersangkutan tiba-tiba kembali masuk kerja setelah hampir 2 tahun menghilang.

“Aturannya jelas, bagi Pegawai Negeri Sipil jenis pelanggaranya tidak masuk kantor tanpa alasan yang sah selama 46 hari, sanksinya pemecatan. Jadi saya juga aneh, bila yang bersangkutan tiba-tiba masuk kerja lagi setelah hampir 2 tahun menghilang,” kata dia, melalui telepon selularnya, Sabtu (26/1/2019)

*BACA JUGA INI : Hebat ! Hampir 2 Tahun Mangkir, Ada Oknum Guru PNS di SMAN 1 Panggarangan Tak Dipecat

Dalam oknum guru yang mangkir hampir 2 tahun itu, menurut Nana, Kepsek, pengawas dan kantor cabang Dinas Pendidikan Lebak sudah menindak sesuai prosedur dan berkasnya sudah dilimpahkan ke dindikbud propinsi dan BKD Banten.

“Dari Januari 2018 sekolah sudah menerapkan absensi finger print. Jadi mudah diketahui, berapa hari tak masuk kerjanya, sangat jelas jika mengacu pada kinerja. Laporan bulanan sekolah lengkap,” kata Nana.

Masih lanjut dia, jika sakit, cuti umrah/haji, jelas ada aturannya, tapi jika menghilang tanpa ada alasan yang jelas, suatu hal yang aneh seorang ASN bisa masuk seenaknya, ” kata dia.

Tandas Nana, BKD dan Inspektorat harus tegas karena merupakan lembaga yang terkait dengan penegakan disiplin dan pemberian sanksi kepada ASN.

Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Peraturan Disiplin PNS yang ditindaklanjuti dengan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara nomor 21 Tahun 2010 tentang Ketentuan Pelaksanaan PP 53 Tahun 2010, ada beberapa tingkatan sangsi atau hukuman disiplin yang dapat dikenakan kepada PNS. Mulai dari sangsi ringan berupa teguran lisan atau tertulis, sangsi sedang berupa penudaan gaji berkala atau penundaan kenaikan pangkat sampai pada sangsi berat berupa Pemecatan.

Sejak Kamis kemarin sudah kembali melaksanakan tugas.
Kendati tidak mengajar selama 16 bulan, yang bersangkutan menerima gaji tapi tidak dengan tunjangan lain.

Selaku atasan langsung dia mengaku sudah memberi peringatan lisan, tertulis dan pernyataan tidak puas, selanjutnya masalah itu diserahkan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta kini sudah ditangani Badan Kepegawaian Daerah (BKD)

Namun dirinya menampik, bila mangkirnya Nd karena ada masalah saat mendapat tugas tambahan selaku bendahara proyek Pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMAN 2 Panggarangan pada tahun 2017. Kepsek menduga, mangkirnya Nd karena ada masalah keluarga.

Sebelumnya diberitakan, aktifis di Kabupaten Lebak, Agus Ider Alamsyah mengungkap adanya satu oknum guru berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah hampir 2 tahun mangkir mengajar di SMA Negeri 1 Panggarangan berinitial Nd namun tak dikenai sangsi, bahkan sudah mulai masuk kerja di sekolah yang sama.

“Nd mulai tak masuk kerja saat yang bersangkutan dipercaya menjadi bendahara proyek USB SMA Negeri 2 Panggarangan. Proyek itu diduga bermasalah, sehingga yang bersangkutan menghilang,” kata Agus Ider, Jum’at (26/1/2019) malam.

Salah satu guru yang minta namanya dirahasiakan juga membeberkan kepada TOPTIME.CO.ID perihal adanya oknum guru PNS yang sudah hampir 2 tahun mangkir namun tak dipecat dari statusnya sebagai PNS.

Sementara itu, guru yang bersangkutan, Nd masih belum bisa dimintai konfirmasinyanya karena tidak ada nomer kontak yang bisa didapatkan.

TOPTIME.CO.ID masih mencoba mendapatkan tanggapan dari Badan Kepegawaian dan Inspektorat Provinsi Banten. (*)

Komentar

comments