Ngabalin, Dulu Lawan Sekarang Masuk Lingkaran

Ngabalin, Dulu Lawan Sekarang Masuk Lingkaran

BAGIKAN

SYARIF

TOPTIME.CO.ID – Ali Mochtar Ngabalin,
politisi kelahiran Fakfak dan meniti pendidikan di Makassar Sulawesi Selatan dalam kariernya terbilang penuh lika-liku.

Sempat jadi anggota DPR RI mewakili PBB 2004-2009, sampai akhirnya bergabung dengan Partai Golkar hingga akhirnya dipercaya Jokowi menjadi tenaga ahli utama di Kantor Staf Presiden (KSP), Rabu  23/5/2018).

Di KSP, Ngabalin akan bertugas bersama  dengan Johan Budi, Prof Ahmad Erani, dan Adita Irawati.

 Ngabalin mengaku mendapat tugas mengklarifikasi banyak hal yang mungkin tidak benar dan berkembang soal pencapaian kerja pemerintah di masyarakat.

Selain itu, dirinya juga mempunyai kewajiban untuk meluruskan tentang fitnah yang ditujukan kepada Presiden dan pemerintah.

Masuknya Ali Moctar ke Istana cukup mengundang pertanyaan dari berbagai pihak seputar pertimbangan Jokowi menarik politisi yang dikenal dekat dengan berbagai ormas Islam ini. Publik dibuat kaget karena Ali berada di kubu lawan saat Jokowi manggung di Pilpres 2014 lalu.

Pada pemilihan presiden 2014, Ngabalin terdaftar sebagai Direktur Politik Tim Kampanye Nasional pasangan Prabowo-Hatta. Namun pasangan ini kalah oleh duet Jokowi-JK.

Bahkan pernah seusai Mahkamah Konstitusi menolak gugatan Prabowo-Hatta terkait hasil pemilihan presiden, Ngabalin mengatakan pemerintahan Jokowi-JK berpotensi otoriter.

“Mahkamah Konstitusi memang sudah memutuskan, tapi bukan mustahil bahwa Jokowi dan Kalla nantinya adalah orang yang otoriter,” kata Ngabalin dalam sebuah diskusi di Taman Ismail Marzuki, 22 Agustus 2014. (*)

Komentar

comments