Pengamat Minta Paslon Tak Lakukan Kampanye Hitam Saat Ramadhan

Pengamat Minta Paslon Tak Lakukan Kampanye Hitam Saat Ramadhan

BAGIKAN

AMSAR – BEKASI

TOPTIME.CO.ID – Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo mengingatkan agar pada bulan Ramadhan nanti yang berbarengan dengan masa kampanye, semua Pasangan Calon Walikota dan wakil Walikota Bekasi dan timnya bisa menahan diri untuk melakukan kampanye hitam dan mempolitisasi Suku, Agama dan Ras (SARA)

” Potensi membungkus kampanye saat Ramadhan pasti terjadi. Yang terpenting Paslon menahan diri, membuat teduh umat tidak mempolitisasi bulan suci Ramadhan, tidak kampanye hitam mempolitisasi SARA,” jelas Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo.

Kata dia, sejak masa kampanye bergulir, potensi untuk menarik dan menggoreng isu berunsur agama sudah terjadi.

Menurutnya, potensi menyusupkan kampanye secara terselubung pada kegiatan Ramadhan seperti tarawih dan halalbihalal dengan tujuan menarik simpati calon pemilih.

” Itulah yang akan menjadi PR Panwas dalam melakukan pengawasan kegiatan Paslon agar tidak menerjang aturan,” jelas Didit.

Dijelaskannya, pencoblosan pada 27 Juni atau dua pekan setelah Idul Fitri juga akan membuat biaya politik Paslon membengkak. ” Kan pasti ada THR untuk jaringan , timses dll,” ujarnya.

Dia berharap semua pihak tidak mempolitisasi bulan suci Ramadhan dengan bumbu bumbu politik yang justru akan mengganggu kekhusukan umat Islam saat menjalankan ibadah puasa.

“Paslon , timses dan semua komponen harus ikut mengawal agar demokrasi elektoral tidak terjadi pelanggaran dan penyimpangan serta kontestasi antar Paslon memberikan kesejukan dan rasa nyaman bagi masyarakat,” pungkas Didit.(*)

Komentar

comments