Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Pemkab Bogor Gelar Upacara dan Simulasi Evakuasi

Peringati Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional, Pemkab Bogor Gelar Upacara dan Simulasi Evakuasi

BAGIKAN

PRAYITNO – KAB. BOGOR

TOPTIME.CO.ID— MENYAMBUT Hari Kesiapgaan untuk penanggulan Bencana Nasional (HKBN) Tahun 2018, Pemerintah Kabupaten Bogor kembali menyelenggarakan Simulasi Evakuasi Bencana serta upacara peringatan dengan mengusung tema: “Siaga Bencana Dimulai Dari Diri Kita, Keluarga dan Komunitas” yang digelar di Lapangan Agrowisata Gunung Mas PTPN VIII, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor Kamis (26/4).

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor, Adang Suptandar dengan memimpin peserta apel siaga berjumlah 660 peserta yang berasal dari Kodim 0621, Polres Bogor, BPBD Kab. Bogor, Damkar Kab. Bogor, Satpol PP dan Linmas Kecamatan Cisarua dan Megamendung, PMI Kab. Bogor, Tagana Kab. Bogor, Pramuka, RAPI, ORARI, relawan dan komponen lainnya.
Dalam sambutannya, Adang menyampaikan Pencanangan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional dilaksanakan setiap tahun pada 26 April, diawali pada tahun 2017 lalu, sebagai Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional yang pertama kali. Hal ini didasari pertimbangan bahwa pada tanggal 26 April merupakan tanggal disahkannya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Bencana yang antara lain mengajak semua pihak untuk meluangkan waktu satu hari melakukan latihan kesiapsigaan bencana secara serentak, terpadu, terencana dan berkesinambungan dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran, kewaspadaan dan kesiapsigaan menuju Indonesia yang tangguh bencana.
“Targetnya dapat mewujudkan masyarakat yang tangguh bencana. Khususnya di daerah yang rawan terjadi bencana,” kata Adang.
Ia menambahkan bahwa secara geografis Kabupaten Bogor cenderung rentan terhadap bencana yang diakibatkan oleh aktivitas meteorologi maupun aktivitas geologi maupun aktivitas vulkanologi. Berdasarkan data kejadian bencana tahun 2017 lalu, terdapat 593 bencana terdiri dari atas bencana longsor 215 insiden, pergeseran tanah 9 kali kejadian, gempa bumi 3 kejadian dan lainnya sebanyak 24 kejadian.
“Sesungguhnya penanggulangan bencana bukan hanya merupakan kegiatan tanggap darurat bencana, namun meliputi berbagai aspek dan merupakan siklus kegiatan dari pra bencana, saat bencana dan pasca bencana yang berkesinambungan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga memerlukan koordinasi dengan penekanan pada kepedulian publik dan mobilitas masyarakat demi kemanusiaan,” kata Adang dihadapan peserta upcara.
Usai upacara, rangkaian kegiatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional diisi dengan simulasi evakuasi bencana. Acara ini melibatkan sejumlah unsur terkait, yaitu BPBD, Damkar, Satpol PP dan Linmas, Palang Merah Indonesia, Tagana, Pramuka dan masyarakat sekitarnya.(*)

Komentar

comments