Poesaka Noesantara, Persatukan Negeri

Poesaka Noesantara, Persatukan Negeri

102
BAGIKAN

AHIM – KABUPATEN BEKASI

TOPTIME.CO.ID – Poesaka Noesantara kembali dengan dasar pemikiran Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa yang sudah berdiri sejak abad 14, bahwa Republik Indonesia belum ada. Cakrawala mandala dwipantara adalah cita-cita luhur menyatukan kerajaan-kerajaan di seluruh penjuru negeri menjadi nusantara.

Kegiatan tersebut turut serta Raden Putro Kusumaning Bawono salah satu mahasiswa STAI Al-Muhajirin Purwakarta, aktivis pemuda pemudi Guntara Des Laperta, srikandi nusantara Ayu Dwi Lestari, pengurus yayasan pendidikan Al-watoniyah H Rajan dan Ketua Himpunan Pengusaha Nahdiyin (HPN) Kabupaten Bekasi. Adapun maksud dan tujuan hak itu untuk mengingatkan yang lupa akan sejarah nusantara akan lupa jatidiri,budaya dan kearifan lokal nusantara yang akan Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Titi Tentram Kertaraharja.

“Kami jemput yang tertinggal pendidikannya dan pengetahuannya yang tertinggal ekonominya, pembangunannya, kesehatan dan moral serta akhlaknya,” ucap Imam Sugiarto sebagai Inisiator Nusantara saat coference press di bilangan City Walk Lippo Cikarang. Selasa (15/05/2019) malam

Dia menambahkan, kumpulkan yang sudah tercecer dinegara lain bahkan yang tercecer di kolong jembatan, pengungsian serta yang tercecer pemikirannya berserakan dan membanggakan budaya asing. Dalam menghadapi situasi suhu politik saat ini semakin hari semakin memanas.

“Kami segenap punya tenaga, punya pemikiran mengajak seluruh Putra Putri, tua maupun muda serta siapa pun tanpa terkecuali untuk merapatkan barisan memperkuat rasa persatuan dan kesatuan guna menjaga keutuhan Negeri tercinta,” ucapnya.

Menurutnya demi keutuhan nusantara ini kita tidak mempedulikan dari tim relawan pasangan manapun yang menjadi peserta Pesta Demokrasi saat ini. Siapa pun yang terpilih kita tidak pedulikan, perlu diketahui kita sangat peduli dengan keutuhan nusantara.

“Siapapun yang terpilih, jangan sampai mengadu domba anak Bangsa dengan Kepentingan yang sesaat, siapapun yang terpilih jalankan amanat untuk kepentingan nusantara, serta kembalikan pusaka-pusaka nusantara,” paparnya.

Dia mengatakan amalkan dan laksanakan Bhinneka Tunggal Ika dan lakukan keputusan kongres pemuda tahun 1982 serta mengimplementasikan dasar teks proklamasi dengan baik dan benar, selain itu juga harus menaati Undang-undang dasar (UUD) negara republik indonesia tahun 1945.
 
“Selain itu juga mari amalkan dan laksanakan nilai-nilai sila yang ke 5 yang terkandung dalam pancasila sebagai dasar negara republik indonesia dalam Kondisi apapun Kami akan tetap mempertahankan keutuhan nusantara,” tutupnya (*)

Komentar

comments