Puluhan LSM Demo, Minta Bupati Lebak Evaluasi Kadisdikbud

Puluhan LSM Demo, Minta Bupati Lebak Evaluasi Kadisdikbud

BAGIKAN

TIM – RANGKASBITUNG

TOPTIME.CO.ID – Hari ini puluhan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengatasnamakan Benteng Aliansi Raktyat (Bentar) lakukan aksi unjukrasa di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Lebak, Senin (17/9/2018)

Salah satu poin tuntutan para pendemo itu agar Bupati Lebak mengevaluasi jabatan Kepala Dinas Pendidikan.

Arif salah satu kordinator aksi dalam orasinya membeberkan beberapa dugaan pungutan yang dilakukan oleh sejumlah sekolah pada program Bantuan PIP ( Program Indonesia Pintar) atau BSM (Bantuan Siswa Miskin) di SD dan SMP yang diduga dilakukan oleh pihak sekolah melalui komite.

Beberapa nama sekolah dan besaran potongan juga disebutkan dalam orasi tersebut.

Selain dugaan pemotongan dana PIP, LSM Bentar juga menyebutkan adanya dugaan korupsi pada proyek pembangunan USB SMA 2 Panggarangan .
Gedung sekolah yang dibangun pada tahun 2016 dengan Anggaran 2, 1 Milyar.

“Diduga dikerjakan asal-asalan dan tidak sesuai dengan RAB dan tidak sesuai dengan Pos Anggaran. Kualitas buruk dan sarana ibadah yang mestinya dibangun juga tidak ditemukan.” ucap Arif

Ada 5 tuntutan yang mengemuka dari aksi unjukrasa LSM Bentar tersebut, yaitu :

Yang pertama untuk meminta Kepala Dinas dan Kebudayaan Lebak menghentikan praktek penyunatan Anggaran BSM dan PIP yang terjadi di SD dan SMP.

Yang Kedua Mendesak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk bertanggungjawab atas pembangunan Gedung SMA 2 panggarangan yang dikerjakan asal-asalan.

Yang ketiga mendesak kepada kejaksaan Negeri Lebak agar segera melakukan penyelidikan atau penyidikan.

Yang keempat mendesak Tim Saber Pungli Polres Lebak untuk segera mengusut tuntas kasus ini.

Yang kelima meminta bupati Lebak segera mengevaluasi kinerja kadisdikbud Lebak.

Setelah berdemo di depan Kantor Disdikbud Lebak, para penggiat sosial ini bergerak menuju Kejari Lebak dan kembali berdemo dengan tuntutan yang sama.

Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak maupun Kejaksaan Negeri Lebak belum memberikan keterangan pers terkait aksi puluhan penggiat sosial tersebut. (*)

Komentar

comments