Rohingya, Solidaritas Tanpa Batas

Rohingya, Solidaritas Tanpa Batas

BAGIKAN

Oleh: RAI INTAN NURUL FAJRI
Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNITRA

TOPTIME.CO.ID, ARTIKEL-Krisis kemanusiaan yang menimpa etnis rohingya saat ini terus menuai kecaman internasional utamanya kecaman terhadap pemerintah Myanmar, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan mengakui bahwa masyarakat Rohingnya sebagai salah satu kaum minoritas yang paling teraniaya di dunia, Rohingya mengalami diskriminasi selama beberapa dekade terakhir, yang mengakibatkan mereka berupaya melarikan diri dari Myanmar.
Sebuah laporan New York Times menyatakan bahwa “mereka telah ditolak kewarganegaraan dan diusir dari rumah mereka, tanah mereka disita, dan mereka diserang oleh militer”. Komunitas Rakhine merasa terdiskriminasi secara budaya, dieksploitasi secara ekonomi dan terpinggirkan oleh pemerintah pusat yang didominasi oleh etnis Burma. Dalam situasi ini, etnis Rohingya, oleh orang Rakhine dianggap sebagai pesaing dalam perebutan sumber daya, sehingga menimbulkan ketegangan di negara bagian itu yang kemudian memicu konflik dari dua kelompok etnis tersebut
Sebelum membahas lebih jauh mengenai diskriminasi yang di alami oleh etnis rohingya, di lansir dari halaman web wikipedia.com Rohingya adalah sebuah kelompok etnis Indo-Arya dari Rakhine (juga dikenal sebagai Arakan, atau Rohang dalam bahasa Rohingya) di Myanmar. Rohingya adalah etno-linguistik yang berhubungan dengan bahasa bangsa Indo-Arya di India dan Bangladesh (yang berlawanan dengan mayoritas rakyat Myanmar yang Sino-Tibet%2

Komentar

comments