Tak Ada Guru dan Pegawai Disdikbud di Lebak yang Poligami ?

Tak Ada Guru dan Pegawai Disdikbud di Lebak yang Poligami ?

148
BAGIKAN
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan, hingga saat ini belum ada laporan tentang adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) di satuan kerjanya melakukan poligami. Hal ini dikatakan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lebak, Abdul Waseh, Kamis (7/2/2019)

AGUS JAELANI – RANGKASBITUNG

TOPTIME.CO.ID – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan, hingga saat ini belum ada laporan tentang adanya Aparatur Sipil Negara (ASN) di satuan kerjanya melakukan poligami. Hal ini dikatakan Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Lebak, Abdul Waseh, Kamis (7/2/2019)

Kata Waseh, pihaknya hingga saat ini tidak memiliki catatan guru, kepala sekolah dan pegawainya karena belum pernah ada laporan.

“Kalau terkait masalah poligami kan aduan, harus ada pasangannya yang mengadukan,” kata Waseh.

Sedangkan tentang laporan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) pihaknya hanya pernah memproses dan menyelesaikan melalui mediasi untuk 3 kasus dalam kurun 2017-2018.

“Pernah ada 3 kasus yang berakhir dengan mediasi, dan pegawai Dindik posisinya sebagai korban,” kata dia.

Lebih lanjut dijelaskannya, sejak dirinya menjabat Kepala Bagian Umum dan Kepegawaian, berbagai inovasi terus dilakukan, salah satunya pemberlakuan absen finger print di sekolah.

“Mungkin saat awal ada beberapa guru yang mengeluhkan pemberlakuan absen finger print, tapi diberlakukannya aturan (absen finger print) untuk lebih meningkatkan kualitas dan disiplin dalam bekerja,” kata Waseh.

Dia juga mengingatkan kepada para pegawai di lingkungan Dinas Pendidikan, termasuk di sekolah untuk terus meningkatkan etos kerja.

“Gaji dan tunjangan yang kita terima dan terus meningkat harus diimbangi dengan etos kerja yang semakin baik,” katanya.(*)

Komentar

comments