Telusuri Tempat PSK ABG di Rangkasbitung

Telusuri Tempat PSK ABG di Rangkasbitung

263
BAGIKAN
ilustrasi

TIM

TOPTIME.CO.ID – Malam Minggu menjadi malam panjang setelah 6 hari penat dengan aktifitas, terutama bagi kalangan remaja.

Beberapa sudut kota di Rangkasbitung, Banten menjadi tempat favorit bagi kawula muda menghabiskan malam, seperti Alun-alun, Pujasera, Balong, Stadion Ona, GGM, depan Pemda, DPRD, dan beberapa tempat lainnya.

Malam Minggu juga menjadi ajang bagi gadis penyedia jasa esek-esek di bawah umur atau lebih dikenal dengan istilah cabe-cabean. Kendati tak beroperasi secara kasat mata, namun namun adanya PSK ABG juga di Rangkasbitung mudah diendus.

TOPTIME.CO.ID pun mencoba menelusuri dan memetakan beberapa lokasi ramai cabe-cabean di wilayah Rangkasbitung dari beberapa informasi yang berhasil dihimpun. Namun para pemberi informasi minta namanya dirahasiakan, Sabtu malam (10/2/2019)

Lokasi pertama berada di seputaran Alun-alun dan depan rumah sakit umum dan Jalan Multatuli. Selain itu Balong Rancalentah juga kerap digunakan mereka berkumpul dengan komunitasnya Namun memang, tak mudah mengenali para PSK ABG ini karena sulit mengidentifikasi yang memang berbaur dengan kawula muda lainnya yang juga menghabiskan malam di sana.

Selain itu, cabe-cabean yang berusia sekira 15 sampai dengan 18 tahun juga sering berpindah lokasi nongkrong karena tergantung mood mereka dan kelompok mereka bergerak.

Kata dia, pada malam Minggu biasanya cabe-cabean juga mencari mangsa di beberapa tempat karaoke yang ada di Rangkasbitung mulai dari pukul 21.00 WIB sampai dengan pukul 12 malam.

Berbeda dengan jasa PSK dewasa atau yang mangkal, PSK ABG memang cenderung lebih tertutup menjajakan diri. Biasanya, untuk bisa menggaet cabe-cabean ini harus melalui anggota komunitas mereka.

“Tetap harus melalui penghubung yang menjadi komunitas mereka. Kalau orang yang tidak kenal dengan komunitas mereka, mereka tertutup,” kata narasumber ini.

Apabila harga dan kesepakatan cocok, para cabe-cabean biasa menawarkan jasa mulai dari Rp 400.000 hingga Rp 1 juta per malam.

Kata dia, kadang para gadis belia itu ternyata banyak yang tidak semata-mata mengejar uang untuk mau diajak berhubungan intim.

Ternyata ada sebagian dari cabe-cabean ini yang rela menyerahkan tubuhkan tanpa imbalan apa pun kepada juara balap liar.

“Ada cabe-cabean yang bangga bisa pacaran dan melewarkan malam dengan jagoan balap liar,” kata dia.

Narasumber ini juga mengingatkan agar setiap orangtua bisa mengawasi anak-anak mereka dengan baik. Menurutnya, diusia yang masih remaja, ABG sangat yang labil dan mudah terpengaruh lingkungannya.

“Pengawasan orangtua harus diperketat. Pantau dengan siapa mereka bergaul, dimana mereka sering nongkrong, termasuk harus waspada jangan sampai mereka mengenal minuman keras dan obat-obatan terlarang,” katanya. (*)

Komentar

comments