Usai Tandatangani Prasasti Masjid, Pepen Janjikan IMB

Usai Tandatangani Prasasti Masjid, Pepen Janjikan IMB

BAGIKAN
Walikota Bekasi, Dr. Rahmat Effendi tandatangani prasasti Masjid Jami Zuhriyatul Muhajirin yang berada di Bintara 6 Kelurahan Bintara Kecamatan Bekasi Barat.

AMSAR JAPUNG – KOTA BEKASI

TOPTIME.CO.ID – WALIKOTA Bekasi, Dr. Rahmat Effendi laksanakan sholat Jum’at di Masjid Jami Zuhriyatul Muhajirin yang berada di Bintara 6, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, didampingi Kepala Bagian Kesejahteraan Sosial, H. Ahmad Yani, Camat Bekasi Barat, M. Bunyamin dan Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Zuhriyatul Muhajirin KH. Ahmad Sayadi.

Usai laksanakan sholat Jum’at, Walikota Bekasi di depan DKM Masjid lakukan penandatanganan prasasti yang ditujukan peresemian bangunan pendirian Masjid tersebut.

Ketua DKM, KH. Ahmad Sayadi mengutarakan terimakasih kepada Walikota Bekasi atas peresmian masjid ini. Ia mengungkapkan, bangunan masjid hasil urunan dan swadaya warga Bintara 6 ini telah terbangun mencapai hampir 3 milyar, dilakukan secara bertahap, dan rencananya bisa diperluas dari arah mana pun karena letaknya pas ditengah.

Selain itu, Ketua DKM ingin meminta proses hukum dengan pasti yakni sebuah Izin Mendirikan Bangunan (IMB) untuk bangunan yang telah berdiri ini, dan dengan tanggap Wali Kota Bekasi menunjuk Kabag Kessos agar pada hari selasa depan surat IMB tersebut sudah diantar ke tangan DKM Masjid.

Dalam sambutannya, Wali Kota menerangkan bahwa masjid yang telah berdiri di Kota Bekasi sejumlah 1276 Masjid. Ini menggambarkan bahwa Kota Bekasi sesuai dengan visi nya yakni Kota Bekasi yang Ihsan. Wali Kota juga menjelaskan mengenai adanya program Koperasi Berbasis Syariah untuk Masjid, ditargetkan baru ajuan adalah 60 Masjid, di program tersebut masjid bisa mengambil dana ataupun apapun yang bisa berurusan dengan Koperasi Syariah.

“Kota Bekasi kini telah memiliki berbagai macam suku budaya dan termasuk dalam heterogen, jangan ada lagi mempertentangkan suku budaya dan agama. Harus jaga persatuan dan kesatuan sesuai dengan simbol negara kita,” ujar Walikota Bekasi yang akrab disapa Pepen.

Beberapa warga juga menyampaikan keluhan untuk kediaman yang mendapati banjir, ataupun jalan rusak yang belum tersentuh oleh Pemerintah, ataupun sudah diajukan tetapi tidak masuk dalam Musyawarah Rencana Pembangunan.

“Kecamatan Bekasi Barat sudah dilakukan kunjungan ke lapangan dalam program 100 Hari Kerja, dimana itu hal-hal prioritas yang akan diajukan. Nantinya saat evaluasi di Kecamatan Bekasi Barat ajukan saja,” papar Rahmat Effendi. (*)

Komentar

comments