Warga Babelan Tarumajaya Desak Pertamina Perbaiki Jalan

Warga Babelan Tarumajaya Desak Pertamina Perbaiki Jalan

135
BAGIKAN
Foto : Musyawarah yang digelar di Kantor Desa Buni Bakti ini, dihadiri Humas Pertamina EP Asset 3 Tambun Field, Hesti dan Kepala Desa Buni Bakti, Sidi Sumardi, Kepala Desa, Hurip Jaya, Yakup, Kepala Desa Samudrajaya, Ibnu Hadjar serta warga dari Kecamatan Babelan dan Tarumajaya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Antar Desa (FKAD) BATARA, Jumat (8/2/2019)

FERY – KABUPATEN BEKASI

TOPTIME.CO.ID – WARGA Desa Buni Bakti, Desa Hurip Jaya (Kecamatan Babelan) dan Desa Samudrajaya, Kecamatan Tarumajaya mendesak PT. Pertamina segera memperbaiki jalan rusak, dimana jalan tersebut merupakan fasilitas yang dimanfaatkan oleh Pertamina dan masyarakat. 

Dalam musyawarah yang digelar di Kantor Desa Buni Bakti ini, dihadiri Humas Pertamina EP Asset 3 Tambun Field, Hesti dan Kepala Desa Buni Bakti, Sidi Sumardi, Kepala Desa, Hurip Jaya, Yakup, Kepala Desa Samudrajaya, Ibnu Hadjar serta warga dari Kecamatan Babelan dan Tarumajaya yang tergabung dalam Forum Komunikasi Antar Desa (FKAD) BATARA, Jumat (8/2/2019).

Dikatakan Kepala Desa Buni Bakti, Sidi Sumardi, keadaan wilayah yang dilalui dari Jalan Kampung Kerangkeng sampai Kampung Singkil sangat memprihatinkan. Sangat penting untuk segera ditindaklanjuti. Sebab itu, ia mendukung semua elemen juga masyarakat yang berbatasan dengan Buni Bakti dalam tuntunan perbaikan infrastruktur. Karena menurut Sidi, hal ini bukannya kepentingan pribadi, tapi kepentingan bersama, yakni Pertamina dan Masyarakat.

“Oleh karena itu, mari bersama kita rundingkan. Segala apapun kalau memang kita musyawarahkan bersama mudahan-mudahan hasilnya bisa kita mufakatkan,” imbau Sidi. 

Menyambung harapan Kepala Desa Buni Bakti, Kepala Desa Hurip Jaya, Yakup menuturkan bahwa inilah suara Masyarakat Babelan dan Tarumajaya yang membentuk kelompok untuk mewakili aspirasi masyarakat luas. Dirinya sebagai perwakilan dari Warga Desa Hurip Jaya merasa Pertamina kurang merespon aspirasi warga. Padahal, warga Hurip Jaya yang tekena dampak polusi. Masyarakat belum merasakan nikmat dari migas yang telah Pertamina ambil, padahal hasil minyak bumi ini sangat besar. 

“Corporate social responsibility (CSR) yang ada belum mendukung. Mungkin dengan adanya musyawarah ini, CSR setiap tahunnya bisa disalurkan ke masyarakat, terumata jalan yang bagus karena mayoritas warga saya dari RT 05, 07 sampai RT 09 melalui jalan Pertamina. Dengan adanya jalan Pertamina itu memang suatu keuntungan bagi kita, tapi setelah sekian tahun jalan itu belum ada perbaikan,” papar Yakup. 

“Pertamina harus merespon kepentingan masyarakat. Jadi dengan adanya musyawarah ini, tidak perlu dibuang sana-buang sini lagi, karena setiap kali kita minta jalan selalu dibuang ke PJT,” tukas Yakup. 

Tak kalah antusias, beberapa perwakilan FKAD BATARA turut memberikan tanggapan. Diantaranya, Ahmad Sahil Ibrahim (43 th), menurutnya seharusnya dalam musyawarah ini dapat menuai solusi dan masyarakat mendapat jawaban jelas yang memuaskan. Karena, lanjut Sahil, jalan rusak sudah sangat membahayakan. Ia juga mempertanyakan pernyataan Humas Pertamina bahwa siap memfasilitasi. Karena memurut Sahil, warga sudah bertahun-tahun menunggu. Oleh sebab itu, diharapkan jawaban pasti dalam setiap kelanjutannya. 

“Kami gak mau turun ke jalan kalau tidak terpaksa,” tegas Sahil. (*)

Komentar

comments