Waspadai Kemungkinan Penyalahgunaan Data Pemilih Pilkada Kota Bekasi

Waspadai Kemungkinan Penyalahgunaan Data Pemilih Pilkada Kota Bekasi

Ribuan Warga Sudah Perekaman e-KTP, Tapi KTP Belum Tercetak

BAGIKAN

AMSAR JAPUNG – KOTA BEKASI

TOPTIME.CO.ID – Panitia Pengawas Pemilu ( Panwaslu) Kota Bekasi mewaspadai adanya kerawanan Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Kota Bekasi sebanyak 1,3 juta jiwa lebih untuk Pilkada dan Pilgub Jabar 27 Juni 2018 memdatang. Ini ditegaskan Ketua Panwaslu Kota Bekasi, Novita Auliya Hastuti di Hotel Merapi Merbabu Kota Bekasi, Selasa (3/4/2018).

Kata Novi, masih adanya ribuan warga Kota Bekasi yang sudah melakukan perekaman E – KTP namun belum tercetak KTPnya.

“Tentang Daftar Pemilih Sementara (DPS) kita harus mengetahui secara lengkap karena, ada non elektronik yang belum tercetak. Nah kita antisipasi itu. Kita terus waspada takut ada yang menyalahgunakan data di bawah, ” ungkap Ketua Panwaslu Kota Bekasi Novita Auliya Hastutidi Hotel Merapi Merbabu Kota Bekasi, Selasa (3/4/2018).

Menurutnya, hasil pencoklitan yang dilakukan oleh Petugas Pemutahiran Data Pemilih (PPDP) sebanyak 1,3 juta jiwa lebih warga Kota Bekasi akan melakukan pemilihan, sementara ada sekitar 8.000 warga yang belum memiliki e-KTP.

“Karena itu pengawasan di lapangan harus melibatkan Ormas dan OKP, serta seluruh elemen masyarakat”, ucap Novi.

Novi juga menghimbau masyarakat yang sudah mempunyai hak pilih tetapi belum terdaftar di KPU, agar segera melaporkannya ke Panwas.

Dirinya mengaku sudah mengintruksikan sampai ke tingkat Panwascam dan tingkat kelurahan untuk mengawasi DPS, jangan sampai dimainkan oknum, ” ungkapnya tanpa memyebut oknum yang dimaksud.

Hingga saat ini kata Novi, sudah ada beberapa pengaduan pelanggaran yang masuk ke Panwas.

“Kebanyakan pelanggaran administratif, masalah APK,” pungkasnya. (*)

Komentar

comments